Wednesday, May 26, 2010

Serangan SMS "Berdarah"

Suatu malam aku mendapat pesan singkat dari si Heather (nama alias tentu saja). Isinya membuat dada panas, kepala berdenyut, jantung berdebar tak karuan. Rasanya waktu itu pengen nabok! Isinya kurang lebih: "Kalau situ benci sama saya, jangan begitu caranya. Saya baru "pergi" sebentar, sudah beredar cerita yg enggak-enggak tentang saya. Kalau mau ngajak kelahi, silakan situ dengan genk-nya hadapi saya."
Kebayang ga sih, lagi damai-damainya nonton Monday Nights Laugh di SW, tiba-tiba baca begituan.
Anehnya lagi, si Heather ini sorenya baru aja telpon aku ngabari tentang berkas 100% aku yang ditagih orang Disdik. Aneh bin ajaib. Kubalas begini: "Kenapa sih situ suka menuduh. Saya ga pernah bahas-bahas tentang situ di manapun (plis deh, ga penting banget!-Red). Saya ga percaya, ini balasan situ setelah apa yang saya sudah lakuin ke situ! Kalau begini terus, ya, mending kita jauhan aja, daripada saya ga enak ati mulu deket-deket situ." Oke, kalimat terakhir memang terdengar seperti orang pacaran.
Ga lama dia telpon aku, trus menceritakan masalah yang sebenarnya. Katanya dia dengar ada guru yang dia belum kenal, berusaha untuk nantangin dia. Si guru ini marah-marah di ruang Kepsek. Ah, berita cepet menyebar, diputarbalikkan pula!
Aku bilang, itu cuma bahas tentang rokok. Si guru ini (anggap namanya Pak Sahab) nanya, apakah si Heather orangnya keras? Soalnya dia pernah dapat info kalau bapak-bapak di sekolah sakit hati karena pernah ditegur untuk ga merokok. That's it. Rupanya ada yang menyampaikan ke Heather kalau aku dan Bu Suri mengompor-ngompori Pak Sahab untuk memusuhi dan menantang Heather berkelahi.
Unbelievable, aku yang kecil, imut, inocent, dan tak berdaya ini dibilang punya genk. Masalah genk ini jadi bahan tertawaan di sekolah sekarang. Aku jadi ketua genk hehehehhe. Bu Suri juga dapat sms yang lebih kejam, dibilang mulutnya busuk. Dan sekali lagi, si Vina dibawa-bawa. Well, si Heather ini memang benci janda. Untuk alasan yang nanti akan aku ceritakan lagi.
Oya, kisah yang diputarbalikkan ini didapatnya dari si mulut berbisa, sekutunya yang berasal dari TU. Genk pembenci Vina. Sehari setelahnya, si TU dimarah-marahin ma Pak Sahab. Rasakan!
Sekarang Heather memang masih cuti dan akan masuk minggu depan. Aku ga mau terlalu banyak berurusan dengan doski. Ngomong yang penting-penting aja. Oya, SMS "berdarah" itu adalah SMS kedua yang dia kirim ke aku. Sebelumnya udah pernah terjadi juga.

Friday, March 26, 2010

Teori Janda

Aku pernah membuat teori bahwa di Indonesia, seorang janda (baik yang divorced maupun widow asli) adalah penyakit menular atau kutu. Semua orang sepakat bahwa janda, layaknya penyakit menular berbahaya harus dijauhi. Banyak yang menyanggah, widow (janda karena ditinggal meninggal) lebih terhormat dan tidak boleh dijauhi, tetapi harus diselamatkan. Well, tidak juga. Ini berlaku untuk semua janda. Hanya terjadi di Indonesia.
Teorinya begini, janda itu dianggap sebagai penggoda laki-laki, bisa merusak rumah tangga orang lain, bisa menjadi benalu, bisa menjadi pengemis, dan hal negatif lainnya. Jadi, seolah terdapat ketakutan tak beralasan yang muncul di benak ibu-ibu atau istri-istri akan janda. Apalagi yang cantik. Akhirnya, kata "janda" menyandang konotasi yang negatif.
Begitu pula di sini. Baiklah, aku sudah membuktikan teori itu dalam kasus Vina. Vina yang divorced. Vina yang bersama dengan janda lainnya di kabupaten ini sering dituding sebagai perempuan simpanan atau perempuan bayaran. Orang akan selalu meneropong kehidupan Vina dibanding kehidupanku misalnya.
Sekarang giliran Bu Suri. Kasus ini masih hangat, masih baru. Jadi tampaknya belum tersebar di seluruh kabupaten ini. Hanya gentayangan di sekolah dan Dinas. Sekarang tampaknya Dinas (khususnya Pendidikan Menengah) menjadi sukarelawan mengurusi kehidupan pribadi orang lain. Alasannya guru harus bercitra baik dan benar. Mungkin beberapa bulan lagi mereka akan membuka layanan jasa konseling bagi guru. Well, that's the hope. *cynical.
Rumor has it, ada istri melapor ke Dikmen bahwa suaminya telah berselingkuh dengan Bu Suri. Istrinya cerita nangis-nangis dan minta agar suaminya dipisahkan dari Bu Suri. Jadi, Bu Suri telah diintimidasi oleh perpanjangantangan Kepsek untuk memutuskan, apakah dia mau pindah dari sekolah atau mau putus hubungan.
Jujur, aku nggak terlalu tahu hubungan seperti apa yang dimaksud. Dari Bu Suri, katanya sudah berakhir berbulan-bulan lalu. Dari dinas, katanya masih ada dan baru-baru ini laporannya. Entah mana yang benar. Seperti biasa aku lebih suka mendengar lalu menuliskannya.
Aku tadi diberitahu oleh salah satu kolega tentang cerita ini, tentang bagaimana cerita itu bisa sampai ke dia. Jujur aku tidak berhak menilai. Aku memang hanya diingatkan agar seandainya Bu Suri curhat, aku bisa menasihatinya untuk tidak meneruskan hubungan itu. Ya, aku memang akan berbuat itu IF ONLY she asks for my opinion.
Aku tidak mau dan tidak boleh menghakimi Bu Suri, karena aku tidak berada pada kondisi yang sama dengan dia. Aku juga tidak mau mengurusi urusannya, sampai sejauh mana hubungan itu. Aku juga tidak mau menasihati jika tidak diminta. Aku cuma akan memberikan pendapat jika ditanya. Jika tidak ditanya, lebih baik diam saja. Yang jelas, aku tidak punya pandangan buruk tentang Bu Suri. Karena, aku bisa saja lebih buruk dari dia, hanya orang lain tidak pernah tahu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...