Tuesday, September 14, 2010

All 'bout the Money

Duitnya Vina tergulung entah "mengalir" kemana

Besok dah masuk sekolah lagi, setelah libur puasa dan Lebaran. Males... nggak ada yg dinantikan di situ. Selama liburan kemarin, aku bertapa di my 2nd hometown (masih menganggap yg sekarang adalah the 3rd hometown--kalau bisa malah 4th, 5th, and so on). Pada suatu pagi, aku baca SMS dari Vina (setelah ponsel tak tersentuh sejak sore hari sebelumnya). Isinya kurang lebih: 'Kemarin ada tandatangani "itu" gak (anggap saja "itu" adalah uang tambahan mengajar--dari pusat atw provinsi, ga tau deh). Aku minta konfirmasinya lagi kalau memang ada tandatangani, soale ada masalah sedikit. Kemarin aku telpon kok ga diangkat??' (wah, ini saya banget!) Jadi, karena menurutku ini menyangkut "duit", jadilah aku telepon dia.
Begini ceritanya: Si Vina ga dapat "itu". Namanya ga tertera sama sekali di daftar penerima "itu". "Itu" ini kan sebenarnya pengajuan ya, dari sekolah masing-masing. Jadi, ada berapa guru di sekolah itu (berdasarkan SK maupun No-Din), itulah yang diajukan untuk dapat duit sekian ratus ribu (jumlahnya sih ga seberapa, tapi kalau nama kita ga ada di daftar 'kan sama aja ngomong: Loe kan dah meninggal dunia!) Ternyata nama dia nggak ada. Padahal sebenernya dia masih harus masuk di daftar di sekolahku, karena status dia masih dalam perintah No-Din, bukan SK Mutasi. Okelah, dia sibuk urus ke bendahara sekolah aku, bendaharanya hectic juga kayaknya, dia kira daftarnya dah masuk ke sekolah baru. Singkat kate, dia bawa persoalan ini ke Kantor Besar. Tapi, nggak tau deh, masalah ini bakal jadi usutan atau sekadar dilupakan dan dianggap kentut. Karena, seharusnya yang bertanggung jawab si Pr. Karena doski lah yang menyetujui daftar itu. Aku jelas lupa, apa aku tanda tanganin atw ga, atw mungkin itu tanda tangan daftar yg lain??? Terlalu banyak daftar tunjangan tambahan, padahal uangnya mung sak mono thok! Dipotong pajak semua pula. Waaa, yg kaya makin kaya, yang guru gak kaya-kaya (kok jadi curhat?) Intinya, dari sekian ribu guru di kota kecil nan "damai" ini, si Vina satu-satunya orang yang ga dapat "itu" hahahahaha, kasian tapi lucu.*ketawasarkas

Wednesday, July 14, 2010

new day

Tahun ajaran baru, bikin males datang ke sekolah. Dua teman sudah disingkirkan ke sekolah lain. Yak, yang janda 2 orang itu. Sukses besar menyingkirkan janda. Rapat pembagian tugas pas bener 12 Juli kemarin, ngantuk bener bis nonton final WC.
Jadi ya, pertama principal bilang ada dua guru yg mutasi, disebut namanya, Vina ma Ibu Suri. Eh, bahkan barang-barang Ibu Suri dah habis. Barangnya Vina aja masih numpuk di mejanya. Hiks, sedih aku. Gak ada lagi temen deket di situ. Hmmm, baru nyadar juga, cerita di sini bisa jadi berkurang. Tapi mungkin bisa nunggu intrik berikutnya. Siapa ya? Rasanya setahun ini bakal normal-normal aja kyknya. Kan udah ada kelas 3, pasti pada fokus urusin anak-anak itu.
Si Bu Ani (kurikulum) jadi baik hati ke semua orang sekarang. karena musuhnya dah pada cabut. Oiya, dia pernah ditanya ma Pak Sahab, kenapa sih Ibu begitu memusuhi mereka? jawabnya: saya ini mewakili para wanita yang disakiti hatinya. Bu Suri yang cerita ke aku. Aku langsung bilang ke Bu Suri, yang diwakili tu siapa? Dia mewakili dirinya sendiri jangan-jangan. Lagian apa urusannya? Toh mereka berdua ini ga berbuat hal yang menyakiti Bu Ani. Heran deh. 
Yang jelas, dia jadi baik kemarin. Semua guru "diupayakannya" mendapat tugas yang sama, jadinya jumlah beban jamnya sama. Jadi semua diusahakan dapat "tunjangan lebih" yang sama. Yuuk mari! Kabarnya nih, ada guru sesama mapel dia yang dipindah ke sekolah kita. Dia mencak-mencak sama kabid. Katanya jamnya sudah pas. Padahal yang dipindah ke situ adalah keluarga dari bos besar. Bukan principal lho, tapi bos besar sekali, pemimpin aslinya sini hhohohohoho. Semua orang juga tau, kalau sudah keluarganya, maka tidak ada yang bisa melawannya. Kita lihat aja, apakah dia akan yang digeser??? Apakah karmanya berlaku tidak lama lagi???

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...