Ini bukan nama fans nya Kerispatih. Anggaplah patih di zaman kerajaan dulu. Tugasnya mungkin mendekati personal assistant zaman sekarang. Tapi ini mencakup semuanya, termasuk juru pikir, juru bicara, juru jilat. Kebetulan yang juru ini guru.
Jadi kalau rajanya kurang pikir kurang siasat, niscaya si juru ini akan menjadi raja kecil. Nggak papa kecil, yang penting raja. Kalau rajanya kurang pikir kurang siasat, yang untung si raja kecil ini.
Ada urusan perang yang menjadi kepentingan panglima perang, patih yang menghadang raja dan bilang, "Biar saya saja. Panglima kurang berdedikasi dan agak malas."
Ada pertemuan urusan ekonomi yang menjadi tugas bendahara kerajaan dia pula yang mengajukan diri dan bilang, "Dia suka menggelapkan uang dan membengkakkan anggaran." Ada pertemuan urusan pendidikan yang harusnya tugas mahaguru, dia yang menawar raja dan bilang, "Mahaguru itu kurang pintar dan sering alpa dalam tugas. Biar saya saja."
Akhirnya raja bilang ke semua petinggi kerajaan, "Hanya Mahapatih yang bisa saya andalkan. Yang lain bahkan tidak bisa dikatakan sebagai pelengkap. Perlu didisiplinkan lebih lanjut." Akhirnya mahapatih hidup bahagia karena pandai menjilat dan adu domba. Hidup lama sambil menunggu karma.
Gambar dari www.masksoftheworld.com
Monday, November 12, 2012
Mahapatih
Wednesday, September 12, 2012
Missing
Akhir-akhir ini (let's say last 2 weeks), murid menghilang sedang nge-trend di SMA saya. Setidaknya 2 minggu ini sudah ada 3 kasus. Ada yg menghilang sendiri, ada yang bareng temen deket. Kalau kabur dari rumah sih bukan tanggungan sekolah. Masalahnya kaburnya dari sekolah. Ortunya mengira si anak sekolah, tapi nggak pulang-pulang.
Ada yang sudah kembali ke pangkuan ortu. Ditanya kemana, ternyata tinggal di rumah cowoknya. Yaksip. Kalau di US, pasangan yang dah pacaran lama pun nggak serta merta hidup bersama. Perlu pemikiran, kesepakatan, dll. Kalau ini kok kayaknya nggak dipikir-pikir, main langsung pindah tidur aja.
Ada lagi yang kabur karena males di rumah. Males dipaksa sekolah kali. Entah. Kalau sampai kabur dari rumah pasti rumahnya yg nggak enak. Easy to say eh. I've a daughter now. Meski masih bayi dan belum berkesempatan dating dsb, tapi saya udah jadi ortu. Ortu harus menyadari gimana bikin nyaman si anak agar betah di rumah. Gimana caranya anak lebih milih untuk kumpul dengan keluarga instead of being with someone else.
Entahlah, mungkin memang gejolak darah muda remaja sekarang yang ingin lebih cepat dewasa. Tapi malah nggak dewasa karena nggak mikir panjang. Jadi inget masa SMA, saya sudah pisah dengan ortu, pulang ke rumah seminggu sekali. Bisa pulang aja udah feels like in heaven. Rumah justru tempat terindah di dunia waktu itu.

