Infotainment reramean bikin rekap atau kaleidoskop 2013. Isinya mulai dari Eyang S sampai VP sampai Bella-Adjie. Bukan Bella Saphira dan Adjie Massaid tapinya. (May he rest in peace). Nah, saya juga dunk, sebagai tanda kalau saya guru yang selain punya jurnal ngajar juga punya jurnal peristiwa.
Januari diawali dengan hmmm, ah tidak ada peristiwa besar. Oh tapi 50% guru di sekolah saya ultah di bulan ini. Beberapa bahkan memiliki tanggal yang sama. Februari, mulai tryout. Soal 20 paket, seperti biasa yang bikin soal adalah guru-guru. Honor? Yah cukuplah untuk makan bakso 3x. Tapi karena sudah bagian tupoksi, susah komplen. Maret, tryout lagi. Hasilnya seperti biasa, tidak pernah menggembirakan. April mulai badai. Ujian nasional aja udah momok, ditambah dengan karut marutnya pelaksanaan. Cerita lengkap bisa dilihat di sini. Males mengingat lagi.
Mei, mulai ribet nunggu pengumuman. Juni, kenaikan kelas dan ribet urusan SNMPTN. Oya beberapa siswa saya diterima dari jalur undangan di PTN bagus, tapi malah ribet cari PT swasta. Grrr masih geram kalau ingat. Juli, mulai sosialisasi Kurikulum 2013 (K-13). Libur semester pun dipakai untuk diklat. Saat penerimaan siswa baru, diwajibkan menggunakan sistem K-13. Karena mendadak dan kurang persiapan, akhirnya kekacauan masih mengimbas sampai hari ini. Meski demikian, Juli dan Agustus banyak hari tidak efektif, karena libur puasa dan Lebaran.
Memasuki pertengahan mid, September, perihal wajib tidaknya sekolah kami mengikuti K-13 masih bias. Kabarnya Kaltim tidak diperkenankan menjalankan kurikulum gres ini karena ketidaksiapan sekolah dan guru. Karena belum ada giliran diklat implementasi K-13. Tapi, atas instruksi kepala dinas, komitmen, semua SMA/MAN/SMK wajib menjalani. Baiklah, berbekal pengetahuan seadanya, dijalankanlah si K-13 ini. Di sekolah, sesuai dengan program Sekolah Imbas dan Pengimbas, kami diklat intern tentang kurikulum 2013. The third time for me.
Oktober, setelah midtest, ada perubahan lagi soal peminatan dan lintas minat. Kalau diceritakan di sini nggak cukup, bisa jadi satu cerpen.
November was a busy month. Saya pribadi mengikuti tiga diklat sepanjang bulan sampai awal Desember. Juga ada diklat wajib Implementasi Kurikulum 2013 langsung dari PusKur. Baiklah, yang ini banyak gunanya dan ilmunya. Desember, bulan penuh diklat lagi. Dua diklat, yang terakhir malah agak aneh. Anyway, pembagian raport untuk kelas X yang menganut sistem K-13 akhirnya ditunda sampai selesai liburan. Karena, belum siap itu lah.
Menjelang akhir 2013 saya membaca sebuah opini di Kompasiana yang kembali membuat galau. Bahwasanya peringkat Indonesia dalam uji Math, Sains, dan bahasa semakin merosot, namun siswa di Indonesia juara dalam hal bersenang-senang di sekolah, merasa bahagia, dan dalam bersahabat. Sementara K-13 ditekankan agar anak-anak senang bersekolah dan belajar. Padahal sebelumnya sudah juara senang kok, kenapa disenangkan lagi. Gimana kalau sesekali gurunya yang dibuat senang. Retorik.
Tuesday, December 31, 2013
Kaleidoskop2013
Saturday, December 14, 2013
Tips dan Trik
Rubrik atau kolom atau artikel tips biasanya digemari karena isinya singkat (tak banyak yang harus dibaca), tapi informasi di dalamnya padat. Begitu juga dengan trik. Biasanya hubungannya ke rahasia sulap atau penyelesaian soal-soal yang susah (biasanya hitungan) dengan cara singkat. Nah, setelah diklat Implementasi Kurikulum 2013 (K-13) di hotel mewah tapi jauh di samping bandara itu, saya dijadwalkan mengikuti Diklat Tips dan Trik UN, untungnya nggak jauh. Masih di daerah Penajam dan sekitarnya (Pesek).
Dengar namanya, kebayang donk, menyelesaikan soal hitungan kimia di UN dengan mudah, cepat, dan singkat. Katakanlah, soal laju reaksi komplit yang biasanya diselesaikan dalam waktu 2 – 5 menit, bisa diselesaikan dalam waktu 1 – 3 menit saja. Tapi, yang namanya Disdik, pasti punya kejutan. Kejutan pertama, sewaktu acara pembukaan, dikenalkan 3 instruktur mafia (Math, Fisika, Kimia). Dari Johannes Surya Institute, sodara-sodara. Wah, alhamdulilah, ga harus jauh-jauh ke Jakarta. Gretong pula. Pikiran saya, pasti selain membahas soal UN, juga akan ada bonus trik penyelesaian soal Olimpiade Kimia. Tepuk tangan deh buat Disdik.
Kejutan kedua (mungkin memang nasib dan takdir kalau guru Pesek ga boleh seneng lama-lama), saat saya melihat jadwal kegiatan 4 hari itu, rasa senang saya pudar. Hari pertama: pemetaan kisi-kisi UN. Hari pertama, afternoon, langsung pembuatan soal Tryout UN. Sampai hari ketiga, full pembuatan soal tryout UN. Hari keempat lah itu peerteaching (which is ga ada juga karena dicepet-cepetin untuk penutupan). There is no necessary for 3rd surprise karena udah bisa ada kesimpulan bahwa: Diklat ini adalah modus Disdik untuk minta soal-soal tryout UN dari tim guru mafia, tanpa harus membayar “murah”. Karena biasanya udah dibayar murah. Jadi kali ini bisa free, alias vrij (bahasa Belanda) alias percuma (bahasa Malaysia). Tapi ga apa-apa, saya tetep legowo karena toh (katanya) mereka sudah memberikan tips dan trik. *wink.
Dengar namanya, kebayang donk, menyelesaikan soal hitungan kimia di UN dengan mudah, cepat, dan singkat. Katakanlah, soal laju reaksi komplit yang biasanya diselesaikan dalam waktu 2 – 5 menit, bisa diselesaikan dalam waktu 1 – 3 menit saja. Tapi, yang namanya Disdik, pasti punya kejutan. Kejutan pertama, sewaktu acara pembukaan, dikenalkan 3 instruktur mafia (Math, Fisika, Kimia). Dari Johannes Surya Institute, sodara-sodara. Wah, alhamdulilah, ga harus jauh-jauh ke Jakarta. Gretong pula. Pikiran saya, pasti selain membahas soal UN, juga akan ada bonus trik penyelesaian soal Olimpiade Kimia. Tepuk tangan deh buat Disdik.
Kejutan kedua (mungkin memang nasib dan takdir kalau guru Pesek ga boleh seneng lama-lama), saat saya melihat jadwal kegiatan 4 hari itu, rasa senang saya pudar. Hari pertama: pemetaan kisi-kisi UN. Hari pertama, afternoon, langsung pembuatan soal Tryout UN. Sampai hari ketiga, full pembuatan soal tryout UN. Hari keempat lah itu peerteaching (which is ga ada juga karena dicepet-cepetin untuk penutupan). There is no necessary for 3rd surprise karena udah bisa ada kesimpulan bahwa: Diklat ini adalah modus Disdik untuk minta soal-soal tryout UN dari tim guru mafia, tanpa harus membayar “murah”. Karena biasanya udah dibayar murah. Jadi kali ini bisa free, alias vrij (bahasa Belanda) alias percuma (bahasa Malaysia). Tapi ga apa-apa, saya tetep legowo karena toh (katanya) mereka sudah memberikan tips dan trik. *wink.
Subscribe to:
Posts (Atom)